amigostusiempre

Just another WordPress.com site

ASAL MULA SALATIGA April 22, 2011

Filed under: Cerita Rakyat — dhewiyanti @ 4:19 pm

ASAL MULA SALATIGA

Dulu, Kabupaten Semarang termasuk wilayah Kesultanan Demak. Daerah ini diperintah oleh seorang bupati bernama Ki Ageng Pandanaran. Beliau seorang bupati yang ditaati rakyat. Selain berwibawa , beliau juga kaya raya.

Akan tetapi, lama-kelamaan beliau makin gila kekayaan. Makin hari, ia makin memperkaya diri sendiri. Rakyat tidak diperdulikan lagi.

Sunan Kalijaga, penasihat Sultan Demak, bermaksud mengingatkan sang Bupati.  Dengan berpakaian compang-camping beliau menyamar menjadi pedagang rumput.

“Gusti, hamaba membawa rumput yang hijau. Sudikah Gusti membeli?” tawar Sunan Kalijaga kepada sang bupati.

“Jika boleh dibeli dengan harga murah. Bolehlah,” jawab Ki Ageng.

“Mengapa Gusti tidak bisa meghargai jerih payah orang miskin?” Tanya Sunan.

“Heh, lancang kamu! Pergilah, atau saya suruh prajurit menagkapmu!” bentak Ki Ageng tersinggung.

“Baik, saya akan pergi, Gusti. Akan tetapi, jika Gusti ingin kekayaan hamba bisa menunjukan cara yang lebih mudah, “ kata Sunan.

“Hai, orang miskin! Jangan bicara sembarangan didepan bupati! Saya bisa menghukummu. Akan tetapi, baiklah. Jika kamu bisa menunjukan cara mecari kekayaan dengan mudah, ayo, tunjukkan! Akan tetapi, ingat! Jika kamu bohong, hukuman mati harus kamu terima,” kata Ki Ageng.

“Baik, Gusti. Tolong, hamba minta sebuah cangkul!” pinta Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga lalu mencangkul tanah di depan kabupaten. Ki Ageng kaget begitu melihat bongkahan emas sebesar kepala kerbau di balik tanah yang dicangkul Sunan Kalijaga. Ki Ageng lalu memperhatikan pedagang rumput itu dengan seksama. Setelah tahu siapa dia sebenarnya, ia pun terkejut.

“Maafkan , Sunan! Hamba salah, hamba siap dihukum,” sembah Ki Ageng kepada Sunan.

“Baik, Adipati. Saya minta Adipati bisa kembali memerintah dengan cara yang benar. Pentingkan rakyat dan ingatlah akhirat,” ujar Sunan Kalijaga.

“Hamba laksanakan, Sunan,” sahut Ki Ageng.

Sejak kejadian itu, hidup Ki Ageng menjadi gelisah. Beliau lalu memutuskan untuk menebus kesalahannya. Beliau meninggalkan jabatan bupati. Beliau ingin mengikuti jejak Sunan Kalijaga menjadi penyiar agama.

“Nyai Ageng, sesuai dengan saran Sunan Kalijaga, aku harus pergi ke arah selatan. Setelah sampai di Gunung Jabalkat, aku akan mendirikan pesantren. Besok aku berangkat,” kata ki Ageng kepada istrinya.

“Ki, aku ikut,” jawab Nyi Ageng.

“Boleh, tetapi Nyai tidak boleh membawa harta benda,” kata Ki Ageng.

Pada waktu yang ditentukan, Nyai Ageng belum siap. Beliau masih sibuk. Nyai Ageng ternyata mengatur perhiasan yang akan dibawanya dalam tongkat bamboo. Ki Ageng lalu berangkat duluan.

Setelah siap lalu Nyi Ageng menyusul. Di tengah jalan, Nyai Ageng dicegat tiga perampok yang meminta hartanya. Akhirnya, semua perhiasan yang dibawa diberikannya kepada perampok.

Nyai Ageng menyusul Ki Ageng. Setelah bertemu, Nyai Ageng menceritakan peristiwa yang telah dialaminya.

“Tadi sudah saya katakan, jangan membawa harta benda. Itulah akibatnya. Akan tetapi baiklah Nyai. Sebentar lagi kita akan sampai. Kelak, tempatmu dirampok tadi akan bernama “Salatiga”, berasal dari kata  “salah dan tiga”, yaitu tiga orang yang bersalah,” ujar Ki Ageng.

(Dikutip dari Cerita Rakyat Jawa Tengah)

About these ads
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.